Pria Solo Ini Mengalokasikan 35% Keuntungan Bisnisnya untuk Dakwah, Sosial, dan Pendidikan

Berawal dari seorang karyawan restoran, Erwan Barudi Bersama rekannya membangun Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken dengan misi berbeda. Sebanyak 35% keuntungan perusahaan dialokasikan untuk dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial.


Ketika Bisnis Bukan Hanya Tentang Keuntungan

Banyak orang memulai bisnis dengan satu tujuan: memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.

Namun bagi Erwan Barudi, salah satu Pendiri Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken, bisnis memiliki makna yang jauh lebih luas. Baginya, keuntungan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan manfaat bagi umat.

Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui kebijakan perusahaan yang mengalokasikan 35% keuntungan bisnis untuk berbagai program dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial.

Inilah yang menjadikan Ayam Geprek Sa’i bukan sekadar restoran ayam geprek, tetapi sebuah gerakan bisnis yang mengedepankan nilai keberkahan. ( Baca juga: Distribusi Air Bersih untuk Gaza Palestina: Wujud Kepedulian Ayam Geprek Sa’i )


Perjalanan dari Karyawan Menjadi Founder

Erwan Barudi lahir di Solo pada tahun 1966 dari keluarga pedagang sederhana.

Berbekal pendidikan Diploma 2 Akuntansi dan pengalaman belajar secara otodidak, beliau memulai karier di industri restoran pada tahun 1986 dengan bergabung di CFC.

Selama kurang lebih 14 tahun, ia mempelajari seluruh proses operasional restoran, mulai dari pekerjaan paling dasar hingga memahami strategi pengelolaan bisnis secara menyeluruh.

Pengalaman panjang tersebut menjadi bekal penting dalam membangun usaha sendiri.


Memulai Babak Baru dalam Dunia Bisnis

Pada tahun 2000, Erwan Barudi bersama tiga rekannya mendirikan Quick Chicken.

Selama hampir dua dekade, beliau ikut mengembangkan perusahaan tersebut hingga menjadi salah satu jaringan restoran yang dikenal masyarakat.

Setelah perusahaan tersebut berpindah kepemilikan pada tahun 2017, lahirlah tekad baru untuk membangun bisnis yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memiliki misi dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.


Lahirnya Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di industri restoran, Erwan Barudi kembali mendirikan perusahaan bersama tiga rekannya melalui dua merek utama:

  • Ayam Geprek Sa’i
  • Hajj Chicken

Kedua brand tersebut dibangun menggunakan sistem kemitraan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah Islam.

Visi yang dibawa bukan sekadar menjual makanan berkualitas, tetapi juga menghadirkan keberkahan dalam setiap aktivitas bisnis.


“Perusahaan Ini Milik Allah”

Sejak awal mendirikan perusahaan, Erwan Barudi memiliki prinsip yang selalu dipegang teguh:

“Perusahaan ini milik Allah.”

Prinsip sederhana ini menjadi fondasi dalam setiap pengambilan keputusan perusahaan.

Karena itu, orientasi bisnis tidak hanya berfokus pada pertumbuhan omzet dan keuntungan, tetapi juga pada bagaimana perusahaan dapat menjadi sarana dakwah, menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, dan memberikan manfaat yang luas.


Makna di Balik Nama Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken

Nama Ayam Geprek Sai lahir setelah Erwan Barudi menunaikan ibadah haji.

Kata “Sa’i” diambil dari salah satu rangkaian ibadah haji yang melambangkan ikhtiar tanpa henti dalam mencari ridha Allah SWT.

Sedangkan nama Hajj Chicken berasal dari kata Hajj, yang bermakna haji atau berkunjung.

Harapannya sederhana namun mendalam, yaitu agar restoran ini menjadi tempat yang selalu ingin dikunjungi masyarakat sekaligus memberikan manfaat bagi sebanyak mungkin orang.


Spirit 212 sebagai Budaya Perusahaan

Semangat persatuan umat Islam dalam Aksi 212 menjadi salah satu inspirasi yang membentuk budaya perusahaan.

Nilai yang diambil bukan pada peristiwanya, melainkan pada semangat:

  • Ukhuwah Islamiyah
  • Kepedulian sosial
  • Kebersamaan
  • Saling menguatkan
  • Semangat berbagi

Nilai-nilai tersebut terus dihidupkan dalam budaya kerja seluruh keluarga besar perusahaan.


Mengalokasikan 35% Keuntungan untuk Umat

Hal yang membedakan Ayam Geprek Sa’i dari banyak bisnis lainnya adalah komitmennya dalam berbagi manfaat.

Sebanyak 35% keuntungan perusahaan dialokasikan untuk mendukung berbagai program sosial, dakwah, dan pendidikan, di antaranya:

  • Beasiswa pendidikan anak karyawan.
  • Program umrah gratis.
  • Santunan untuk janda.
  • Rumah Tahfidz gratis.
  • Bantuan kesehatan.
  • Program bersih-bersih masjid.
  • Penyaluran hewan kurban.
  • Santunan anak yatim.
  • Dukungan bagi para penghafal Al-Qur’an.
  • Berbagai kegiatan sosial lainnya.

Melalui program-program tersebut, setiap pelanggan yang menikmati hidangan Ayam Geprek Sai turut menjadi bagian dari kebaikan yang terus mengalir.


Peduli Palestina

Komitmen perusahaan tidak berhenti di dalam negeri.

Secara konsisten, perusahaan turut menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina melalui berbagai program sosial yang bekerja sama dengan lembaga terpercaya.

Bagi Erwan Barudi, kepedulian terhadap Palestina merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan bentuk solidaritas terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan.


Mendirikan Rumah Tahfidz

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan Islam, perusahaan juga mendirikan Rumah Tahfidz.

Program ini memberikan kesempatan kepada para santri untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an secara gratis.

Ke depan, program tersebut juga dikembangkan agar dapat diikuti oleh para pekerja dan masyarakat umum yang ingin memperdalam hafalan Al-Qur’an di sela aktivitas sehari-hari.


Bisnis yang Menghadirkan Keberkahan

Perjalanan Ayam Geprek Sa’i membuktikan bahwa sebuah bisnis dapat bertumbuh tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.

Keuntungan memang penting, tetapi manfaat yang dirasakan banyak orang adalah warisan yang jauh lebih berharga.

Bagi Erwan Barudi, keberhasilan sebuah perusahaan bukan hanya diukur dari besarnya omzet, melainkan dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.

“Jangan jadikan bisnis hanya sebagai tempat mencari keuntungan. Jadikanlah bisnis sebagai jalan menghadirkan manfaat, karena sebaik-baik usaha adalah yang membawa keberkahan bagi banyak orang.”


Bergabung Menjadi Bagian dari Gerakan Kebaikan

Setiap pembelian di Ayam Geprek Sa’i bukan hanya menghadirkan cita rasa ayam geprek yang lezat, tetapi juga ikut mendukung berbagai program dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial yang dijalankan perusahaan.

Ayam Geprek Sai percaya bahwa bisnis terbaik adalah bisnis yang tumbuh bersama masyarakat dan menghadirkan manfaat seluas-luasnya. Bersama kami, Anda tidak hanya menikmati hidangan berkualitas, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan berbagi keberkahan. ( Baca juga: kepada Sesama. Air Bersih, Harapan yang Sangat Berarti bagi Warga Gaza )

Kontributor: Rafi’i – MKT PT UBS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *