Yogyakarta – Menjadi orang baik ternyata bukan cuma soal punya niat baik atau merasa sudah menjalankan kewajiban. Kebaikan juga perlu terlihat dari cara kita bersikap, memperlakukan orang lain, hingga menjalani tanggung jawab sehari-hari. Sebab, kalau kebaikan hanya berhenti di dalam hati, orang lain mungkin tidak pernah merasakan manfaatnya.
Pesan inilah yang menjadi salah satu sorotan dalam penyampaian Bapak Erwan Barudi, Direktur Utama PT Ukhuwah Berkah Semesta (Manajemen Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken). Ia menekankan pentingnya menjadikan keimanan sebagai sesuatu yang benar-benar hidup dalam keseharian, bukan sekadar keyakinan yang diucapkan. ( Baca juga: Jangan Asal Kenyang! Makanan yang Masuk ke Tubuh Bukan Cuma Urusan Perut, tapi Juga Akhirat )
Kebaikan Bukan Sekadar Niat, tetapi Harus Jadi Kebiasaan
Dalam pesannya, Pak Erwan mengutip Surah Al-Ankabut ayat 7 sebagai salah satu landasan penting. Ayat ini mengingatkan bahwa orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan akan mendapatkan balasan atas amal mereka.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan benar-benar akan Kami beri balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S. Al-Ankabut: 7)
Pesan ayat tersebut menjadi salah satu pondasi yang ingin dihidupkan di lingkungan PT Ukhuwah Berkah Semesta (Manajemen Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken). Harapannya, keimanan tidak hanya menjadi urusan pribadi, tetapi juga tercermin dalam perilaku yang membawa kebaikan.
Artinya, keyakinan perlu berjalan beriringan dengan tindakan. Percuma kalau seseorang merasa dirinya sudah baik, tetapi dalam keseharian masih sering mengabaikan tanggung jawab atau melakukan hal-hal yang merugikan orang lain.
Kabar baiknya, berbuat baik tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru, hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten bisa menjadi langkah awal untuk membentuk kebiasaan yang lebih baik.
Jangan Menunggu Jadi Sempurna untuk Mulai Berbuat Baik
Manusia tentu tidak luput dari kesalahan. Tidak ada orang yang selalu benar dalam setiap perkataan maupun tindakannya. Namun, menyadari bahwa diri sendiri bisa salah bukan berarti kita boleh terus membiarkan keburukan yang sama terulang.
Selama masih diberi kesempatan hidup, selalu ada ruang untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan. Kuncinya bukan merasa paling benar, melainkan mau mengevaluasi diri dan berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Kalau hari ini masih suka menunda kewajiban, mulailah membenahinya. Kalau masih mudah terpancing emosi, belajarlah mengendalikan diri. Kalau pernah melakukan kesalahan kepada orang lain, jangan gengsi untuk mengakuinya dan memperbaiki sikap.
Kebaikan perlu terus didorong dalam diri masing-masing agar kebiasaan buruk perlahan berkurang. Tidak harus menunggu sampai merasa sempurna, karena proses memperbaiki diri memang membutuhkan usaha yang berulang.
Jangan Cuma Merasa Jadi Orang Baik, Sudahkah Kebaikan Itu Terlihat dari Perbuatan?
Sholat Tepat Waktu, Hal Sederhana yang Jangan Disepelekan
Salah satu contoh yang disoroti Pak Erwan adalah soal menjalankan sholat tepat waktu. Terkadang, kita merasa masih punya waktu sehingga memilih menunda sholat sampai mendekati batas waktunya.
Misalnya, sholat Maghrib yang baru dikerjakan sekitar pukul setengah tujuh. Jika waktu tersebut masih termasuk rentang waktu Maghrib di lokasi setempat, sholat itu belum tentu keluar dari waktunya. Namun, pesan yang ingin ditekankan adalah jangan menjadikan kebiasaan menunda sebagai sesuatu yang dianggap sepele.
Menjalankan kewajiban bukan hanya soal menggugurkan tanggung jawab, tetapi juga soal kesungguhan dalam menjalaninya. Ketika waktu sholat tiba, membiasakan diri untuk segera menunaikannya menjadi bentuk kedisiplinan sekaligus upaya menjaga kualitas ibadah.
Dari hal sederhana seperti ini, kita belajar bahwa kebaikan juga berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. Bukan hanya melakukan sesuatu karena terpaksa, melainkan berusaha menjalankannya dengan kesadaran dan kesungguhan.
Berbuat Baik di Tempat Kerja Juga Perlu Etika
Lingkungan kerja menjadi salah satu tempat paling dekat untuk mempraktikkan kebaikan. Kita bisa memulainya dengan menjalankan tanggung jawab, menghargai rekan kerja, menjaga perkataan, dan tidak mempersulit pekerjaan orang lain.
Namun, Pak Erwan juga mengingatkan bahwa niat baik perlu disertai etika. Contohnya, ketika ingin memberikan nasihat kepada rekan kerja, kita perlu memahami situasi dan batasan profesional.
Tidak semua hal harus langsung dikomentari. Tidak setiap perbedaan pendapat perlu dibalas dengan nasihat. Jika tidak diminta, kita perlu mempertimbangkan apakah masukan tersebut memang dibutuhkan, bagaimana cara menyampaikannya, dan apakah waktunya tepat.
Nasihat yang disampaikan tanpa memperhatikan etika justru bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman. Karena itu, berbuat baik bukan berarti bebas mencampuri urusan orang lain atas nama kepedulian. Ada cara, tempat, dan batasan yang perlu dihormati.
Pada akhirnya, kebaikan bukan cuma tentang apa yang kita niatkan, tetapi juga bagaimana tindakan kita berdampak kepada orang lain.
Pesan ini sejalan dengan harapan PT Ukhuwah Berkah Semesta (Manajemen Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken) untuk ikut menumbuhkan keimanan yang tercermin dalam perilaku nyata. Semangat berbuat baik bisa dimulai dari mana saja, termasuk dari cara kita bekerja, menjaga ibadah, dan memperlakukan sesama.
Nilai seperti ini juga bisa menjadi pengingat saat menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk ketika menikmati waktu makan bersama keluarga atau rekan kerja di Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken. Sebab, kebaikan tidak harus menunggu momen istimewa. Selama ada kesempatan, selalu ada hal sederhana yang bisa kita lakukan dengan lebih baik. ( Baca juga: Ayam Geprek Sa’i Dukung Pendidikan Anak Usia Dini melalui Manasik Haji Bersama 1.400 Peserta di Malang )
Narasumber: Haji Erwan Barudi
Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS
Jangan Cuma Merasa Jadi Orang Baik, Sudahkah Kebaikan Itu Terlihat dari Perbuatan?




