Menumbuhkan Semangat Hijrah dan Menjadi Pribadi yang Lebih Baik di Bulan Muharram – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, PT Ukhuwah Berkah Semesta selaku manajemen Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken kembali menggelar Pengajian Rutin Store yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026 di Masjid Al-Furqon, Nitikan Yogyakarta. Kegiatan yang diselenggarakan setiap satu bulan sekali ini menjadi salah satu sarana pembinaan keislaman bagi seluruh insan perusahaan.
Pengajian kali ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari Dewan Direksi PT Ukhuwah Berkah Semesta, Area Sales Manager Yogyakarta dan sekitarnya, karyawan store Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken, tim gudang dan processing, Training Center, hingga tim marketing. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal acara, menunjukkan semangat kebersamaan yang terus dijaga dalam lingkungan perusahaan.
Pada kesempatan tersebut, Mau’idzah Hasanah disampaikan oleh Ustadz Fakhruddin yang mengangkat tema tentang makna hijrah, keutamaan bulan Muharram, serta pentingnya memperbaiki diri agar senantiasa dekat dengan Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Fakhruddin menjelaskan bahwa salah satu ciri seorang muslim yang baik adalah mampu memberikan rasa aman kepada orang lain, baik melalui perkataan maupun perbuatannya. Seorang muslim sejati tidak hanya menjauhi tindakan yang merugikan sesama, tetapi juga berusaha mengajak dirinya dan orang lain untuk meninggalkan kemaksiatan menuju perbuatan yang lebih baik.
Beliau juga mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang di hadapan Allah bukanlah harta, jabatan, atau penampilan fisik semata. Lebih dari itu, Allah melihat kualitas keimanan dan ketakwaan seorang hamba. Kemampuan seseorang untuk bergaul dengan baik, belajar agama, serta terus memperbaiki diri merupakan bagian dari anugerah yang patut disyukuri.
“Kita jangan sampai hidup hanya untuk mengejar dunia. Dunia penting, tetapi tujuan utama seorang muslim adalah meraih ridha Allah SWT,” demikian pesan yang menjadi salah satu poin penting dalam kajian tersebut. ( Baca juga: Menyelami Kesucian Bulan Allah: Keutamaan Muharram Menurut Kitab Lathaif Al-Ma’arif )
Menumbuhkan Semangat Hijrah dan Menjadi Pribadi yang Lebih Baik di Bulan Muharram
Tiga Indikator Kehidupan yang Baik
Dalam penyampaiannya, Ustadz Fakhruddin juga menjelaskan beberapa indikator kehidupan yang baik sebagaimana diajarkan dalam Islam.
Pertama, lisan yang senantiasa berdzikir kepada Allah SWT. Seorang muslim hendaknya membiasakan diri untuk mengingat Allah, mengagungkan-Nya, memperbanyak rasa syukur, dan menikmati setiap nikmat yang diberikan tanpa berburuk sangka kepada-Nya.
Kedua, hati yang meyakini bahwa seluruh nikmat, karunia, dan anugerah yang dimiliki berasal dari Allah SWT. Kesadaran ini akan melahirkan kerendahan hati dan menjauhkan seseorang dari sifat sombong.
Ketiga, rasa syukur yang diwujudkan melalui amal saleh. Syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus tercermin dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Muharram, Momentum untuk Berhijrah
Memasuki bulan Muharram, Ustadz Fakhruddin mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum tahun baru Hijriah sebagai sarana evaluasi diri. Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak amal kebaikan dan meninggalkan segala bentuk perbuatan yang dilarang.
Beliau menegaskan bahwa setiap kebaikan akan melahirkan kebaikan berikutnya. Seseorang yang terbiasa melakukan amal saleh akan memperoleh banyak manfaat, baik berupa pahala di sisi Allah maupun kematangan pribadi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Semangat hijrah yang sesungguhnya adalah semangat untuk terus berubah menjadi lebih baik. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini. Inilah makna hijrah yang perlu terus dijaga oleh setiap muslim.
Ustadz Fakhruddin juga mengingatkan bahwa hijrah harus dilandasi niat yang benar, yaitu semata-mata karena Allah SWT. Jangan sampai hijrah dilakukan hanya untuk kepentingan duniawi atau mengikuti keinginan nafsu semata. Sebab, hakikat setiap amal dan perubahan yang dilakukan seorang muslim harus ditujukan untuk meraih ridha Allah.
Merujuk pada firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 100 dan Surah Al-Baqarah ayat 218, beliau menjelaskan bahwa orang yang berhijrah dan berjuang di jalan Allah akan mendapatkan berbagai kemudahan serta balasan yang baik dari-Nya. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya memiliki semangat untuk mengubah kebiasaan yang kurang baik menjadi lebih baik, serta terus memperkuat keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Pengajian Rutin Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken ini, PT Ukhuwah Berkah Semesta berharap seluruh karyawan tidak hanya bertumbuh dalam kompetensi dan profesionalitas kerja, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat. Dengan keseimbangan antara ikhtiar dunia dan bekal akhirat, diharapkan seluruh keluarga besar Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa bertumbuh dalam kebaikan. ( Baca juga: Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken Salurkan 500 Kaleng Daging Qurban untuk Gaza )
Narasumber: Ustadz Fakhruddin AM
Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS
Menumbuhkan Semangat Hijrah dan Menjadi Pribadi yang Lebih Baik di Bulan Muharram




