Kerja, Menuntut Ilmu, dan Bersyukur adalah Jalan Meraih Keberkahan

Yogyakarta – Komitmen membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai Islam terus diwujudkan oleh PT Ukhuwah Berkah Semesta selaku manajemen Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken. Salah satunya melalui kegiatan Pengajian Store yang rutin diselenggarakan setiap bulan.

Pada Rabu, 15 Juli 2026, kegiatan tersebut kembali digelar di Masjid Al-Furqon Nitikan, Yogyakarta. Pengajian diikuti oleh jajaran direksi PT Ukhuwah Berkah Semesta, tim Head Office, Gudang dan Processing, Training Center, Marketing, hingga seluruh karyawan store wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar perusahaan dalam menghadirkan lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada target pekerjaan, tetapi juga mendorong seluruh karyawan untuk terus menuntut ilmu, memperkuat keimanan, dan mempererat ukhuwah. ( Baca juga: Bukan Cuma Jago Main Bola! Ternyata Ini Rahasia Lamine Yamal yang Jarang Orang Tahu )

Dalam tausiyahnya, Ustadz Miftahul Khoir mengingatkan bahwa kesempatan untuk bekerja sekaligus menuntut ilmu merupakan nikmat yang patut disyukuri.

“Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan bekerja sekaligus thalabul ilmu. Kesempatan seperti ini tidak semua orang bisa mendapatkannya,” ujar beliau.

Beliau menjelaskan bahwa setiap manusia membutuhkan asupan untuk jasmani dan rohani. Jika tubuh membutuhkan makanan agar tetap sehat, maka hati juga membutuhkan ilmu agama agar tetap hidup.

“Kalau ingin sehat jasmani ya makan, kalau ingin sehat rohani ya mengaji,” pesannya.

Menurut beliau, semangat menghadiri majelis ilmu sudah menjadi amalan yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Soal apakah seseorang langsung memahami seluruh ilmu yang disampaikan atau belum, itu merupakan kehendak Allah SWT. Yang terpenting adalah terus melangkahkan kaki untuk hadir dalam majelis ilmu.

Bahkan, beliau menyampaikan bahwa orang yang datang dari tempat yang lebih jauh memiliki peluang memperoleh ganjaran yang lebih besar karena usaha yang dilakukan juga lebih besar.

Kerja, Menuntut Ilmu, dan Bersyukur adalah Jalan Meraih Keberkahan

Di sela-sela ceramahnya, Ustadz Miftahul Khoir juga mengajak seluruh peserta untuk mulai membiasakan gaya hidup sehat, salah satunya dengan berjalan kaki apabila memungkinkan.

Menurut beliau, kebiasaan sederhana tersebut bukan hanya baik untuk kesehatan jantung, tetapi juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak masyarakat di berbagai negara memiliki kondisi fisik yang tetap bugar hingga usia lanjut.

Selain menjaga kesehatan fisik, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga hati agar tidak mudah dipenuhi amarah.

“Jangan suka marah. Banyak orang yang usianya panjang karena bisa menjaga emosinya. Orang yang berilmu biasanya tidak mudah marah,” jelasnya.

Beliau menambahkan bahwa ilmu bukan hanya membuat seseorang semakin memahami agama, tetapi juga membentuk karakter menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Miftahul Khoir kemudian menjelaskan empat hal yang dapat menjadikan kehidupan terasa indah layaknya taman.

Yang pertama adalah hadirnya ilmu dari para ulama. Namun ilmu tersebut tidak cukup hanya disimpan sendiri, melainkan juga dibagikan kepada keluarga, teman, maupun orang-orang di sekitar. Meski demikian, beliau mengingatkan bahwa menyampaikan nasihat juga harus dilakukan dengan cara yang baik agar lebih mudah diterima.

“Ilmu itu tidak akan habis. Justru ketika dibagikan, ilmu akan semakin bertambah. Berbagi ilmu juga termasuk sedekah.”

Yang kedua adalah hadirnya pemimpin yang adil dan bijaksana. Pemimpin yang mau mendengarkan, melayani, serta berani menegakkan kebenaran akan membawa keberkahan bagi banyak orang.

Yang ketiga adalah manusia yang senantiasa menghamba kepada Allah SWT melalui ibadah. Beliau mengingatkan bahwa Islam telah memberikan pedoman yang lengkap dalam menjalani kehidupan, mulai dari urusan pribadi, keluarga, hingga bermasyarakat.

Bahkan, bekerja pun merupakan bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.

“Semakin banyak bekerja dengan niat ibadah, semakin besar pula pahala yang Allah berikan,” ungkapnya.

Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk lebih banyak bersyukur atas nikmat yang dimiliki. Pekerjaan yang saat ini dijalani mungkin menjadi impian bagi mereka yang masih mencari pekerjaan. Penghasilan yang terasa biasa saja bisa jadi merupakan harapan bagi mereka yang sedang terlilit utang. Begitu pula rumah yang sering dianggap sederhana, sesungguhnya menjadi impian bagi banyak orang yang belum memiliki tempat tinggal.

Poin keempat yang beliau sampaikan adalah giatnya para pegawai

Sebagai karyawan, setiap orang telah diberikan amanah sekaligus nikmat berupa pekerjaan. Karena itu, rasa syukur perlu diwujudkan melalui semangat bekerja, terus belajar, dan memberikan manfaat kepada orang lain.

Beliau mengutip sabda Rasulullah SAW “bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”. Dengan terus bersyukur, Allah SWT akan menambah nikmat kepada hamba-Nya.

Melalui kegiatan Pengajian Store yang rutin dilaksanakan setiap bulan, PT Ukhuwah Berkah Semesta berharap budaya kerja yang mengedepankan semangat bekerja, menuntut ilmu, dan beribadah dapat terus tumbuh di lingkungan Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken.

Semangat inilah yang diharapkan menjadi bekal seluruh insan Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, sekaligus menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. ( Baca juga: Lagi Diet Tapi Tetap Ngidam Nasi Goreng? Coba Nasi Goreng Tanpa Kecap di Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken )

Narasumber: Ustadz Miftahul Koir

Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS

Kerja, Menuntut Ilmu, dan Bersyukur adalah Jalan Meraih Keberkahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *