Ramadan adalah waktu yang paling tepat untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an, betah i’tikaf di masjid dan memperbaiki diri sendiri.
Allah ﷻ berfirman:
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Ramadan adalah bulan Al-Qur’an
Diceritakan bahwa malaikat Jibril ‘alaihis salam setiap Ramadan mendatangi Nabi ﷺ untuk mudarasah Al-Qur’an (mendengarkan bacaan alquran Rasulullah HR. Imam Bukhari
Karena itu para sahabat dan ulama sangat semangat memperbanyak bacaan alquran di bulan suci ini.
Ramadan juga waktu yang tepat untuk menghidupkan masjid
Diriwayat…
[10:40, 18/02/2026] Yai Sholeh Pasuruan Ags: Bagaimana cara menjadikan ramadan sebagai momen “reset hati” Dari iri, dengki, dan penyakit sosial yang banyak merusak persatuan bangsa?
Bulan Ramadan memang waktu yang sangat tepat untuk memperbaiki hati.
Dalam Islam, tujuan utama puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi membentuk ketakwaan dan membersihkan hati. Allah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 183) bahwa puasa diwajibkan agar kita menjadi orang yang bertakwa.
Dengan artian, puasa seseorang bisa dikatakan sukses jika bisa membuatnya lebih takwa dan lebih taat
Ramadan jadi momen terbaik memperbaiki hati karena
1.Suasana Iman Lebih Kuat
Di bulan Ramadan:
Setan dibelenggu
Orang-orang lebih rajin ibadah
Masjid lebih hidup
Lingkungan yang baik membantu hati lebih mudah lunak dan tersentuh.
2.Hati Lebih Mudah Introspeksi
Saat menahan lapar, kita bisa belajar:
Mengontrol amarah,
Menahan hawa nafsu,
Tidak mudah tersinggung, dan belajar empati ke sesama muslim yang kekurangan
3.Banyak Amalan Penghapus Dosa
Seperti Puasa, tarawih, Sedekah, Membaca Al-Qur’an, i’tikaf dan lainnya
Semua itu membersihkan noda hati.
Hal-hal yang baik untuk Memperbaiki Hati di Bulan Puasa yaitu
– Perbanyak istighfar
– Kurangi gibah dan debat
– Maafkan kesalahan orang lain sebelum Ramadan berakhir
– Sedekah
– Bangun malam walau 10 menit
Karena sejatinya hati itu seperti kaca — kalau jarang dibersihkan, maka akan kusam.
Kontibutor : Ustadz Nur Sholeh, Area Spiritual Jatim






